RSS Feed for This PostCurrent Article

Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

Madrasah Tsanawiyah Negeri Slawi, ditunjuk oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tegal menjadi salah satu wakil SLTP untuk melaksanakan program Adiwiyata. Latar belakan penunjukkan ini menurut petugas dari BLH, karena Madrasah Tsanawiyah Negeri Slawi dinyatakan SLTP paling bersih diantara SLTP di Kabupaten Tegal berdasarkan pantauan dinas BLH.

ad
Alasan lain karena MTsN Slawi menerapkan pola hidup bersih bagi warga madrasah, tidak membuang sampah sembarangan. Program denda 1000 rupiah bagi warga madrasah yang melanggar aturan tersebut, terekam oleh dinas BLH sehingga MTsN Slawi dinyatakan sebagai sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Untuk lebih mengetahui apa dan bagaimana program Adiwiyata, berikut ini disajikan uraian singkat tentang program adiwiyata.

1. Pengertian dan Tujuan Program Adiwiyata
Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Dalam pelaksanaannya Kementrian Negara Lingkungan Hidup bekerjasama dengan para steakholder, menggulirkan Program Adiwiyata ini dengan harapan dapat mengajak warga sekolah melaksanakan proses belajar mengajar materi lingkungan hidup dan turut berpartisipasi melestarikan serta menjaga lingkungan hidup di sekolah dan sekitarnya.
Tujuan Program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan utama Program Adiwiyata adalah mewujudkan kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia.

2. Landasan Kebijakan
a. UU Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup;
b. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
c. Kesepakatan Bersama Kementrian Negara Lingkungan Hidup Dengan Departemen Pendidikan Nasional KEP. 7/MENLH/06/2005 dan Nomor: 05/VI/KB/2005

3. Norma Dasar Program Adiwiyata
Program dan kegiatan yang dikembangkan harus berdasarkan norma-norma dasar dan berkehidupan yang meliputi antara lain: Kebersaaan, Keterbukaan, Kejujuran, Keadilan, dan Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.

4. Prinsip-Prinsip Dasar Program Adiwiyata
Partisipatif dan berkelanjutan. Partisipatif maksudnya adalah bahwa komunitas sekolah (kepala, guru, dan karyawan) terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai dengan tanggung jawab dan perannya. Sedangkan berkelanjutan, mengandung maksud bahwa seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.

5. Keuntungan Mengikuti Program Adiwiyata
 Keuntungan yang diperoleh sekolah dalam mengikuti Program Adiwiyata adalah :
 Meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah dan penggunaan berbagai sumber daya;
 Meningkatkan penghematan sumber daya melalui pengurangan konsumsi berbagai sumber daya dan energi;
 Meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi semua warga sekolah;
 Menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah;
 Meningkatkan upaya menghindari berbagai resiko dampak lingkungan negatif dimasa yang akan datang;
 Menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar;
 Mendapat penghargaan Adiwiyata.

6. Indikator dan Kriteria Program Adiwiyata
Dalam mewujudkan Program Adiwiyata telah ditetapkan berbagai indikator ;
 Pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan;
 Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan;
 Pengembangan kegiatan berbasis partisipatif;
 Pengembangan dan atau pengelolaan sarana pendukung sekolah.
 Indikator Program Adiwiyata dijabarkan dalam beberapa kriteria yaitu :

a. Pengembangan Kebijakan Sekolah
Untuk mewujudkan sekolah yang Peduli dan Berbudaya Lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan. Pengembangan kebijakan sekolah yang diperlukan untuk mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan.

b. Visi dan Misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan;
 Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup;
 Kebijakan peningkatan SDM (tenaga kependidikan dan non kependidikan) di bidang pendidikan lingkungan hidup;
 Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam;
 Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat;
 Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.

c. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para siswa dapat dilakukan melalui kurikulum secara terintegrasi atau monolitik. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervariasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari. Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan hidup untuk mewujudkan sekolah yang pedui dan berbudaya lingkungan dapat dicapai dengan melakukan hal-hal berikut :
 Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran;
 Penggalian dan pengembangan materi serta persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar;
 Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya;
 Pengembangan kegiatan kurikuler untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.

d. Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif
Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat disekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik bagi warga sekolah dalam mengembangkan kegiatan berbasis partisipatif adalah;
 Menciptakan kegiatan ekstrakurikuler/kokurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis partisipatif di sekolah;
 Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar;
 Membangun dan memprakarsai kegiatan kemitraan dalam pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.

e. Pengelolaan dan atau Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah
Dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan perlu didukung sarana prasarana yang mencerminkan upaya pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan dan pengembangan sarana tersebut meliputi;
 Pengembangan fungsi sarana pendukung sekoah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup;
 Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah;
 Penghematan sumberdaya alam (air, listrik, energi) dan ATK;
 Peningkatan kualitas pelayanan gizi sehat;
 Pengembangan sistem pengelolaan sampah.

Berdasarkan indikator tersebut sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, sejumlah kriteria yang ditetapkan dimaksudkan untuk memudahkan dalam implementasi Program Adiwiyata sehingga kriteria tersebut perlu dijabarkan agar dipahami oleh masing-masing pelaksana program. Penjabaran kriteria telah disusun dengan sederhana dan diharapkan tidak menambah beban bagi sekolah dan warganya dalam mengikuti Program Adiwiyata. Penjabaran kriteria Program Adiwiyata di buat dalam bentuk kerangka program dan sekaligus digunakan untuk pengelompokan pencapaian tahapan Program Adiwiyata.
Demikian uraian singkat tentang program Adiwiyata, semoga menjadi sumber informasi bagi pengelola sekolah atau madrasah.

Trackback URL



Post a Comment